![]() |
| Malioboro di Malam Hari |
Siapa bilang traveling sendirian itu membosankan? Justru hal tersebut membuat kita malah jauh dari kesepian. Kesan bosan selama perjalanan ternyata hanya mitos belaka.
Sebelum bulan ramadan tahun ini datang, saya, Ariska Anggraini, menutup
akhir juni dengan menelusuri kota Semarang dan Yogyakarta seorang diri. Awal petualangan saya mulai dengan
menelusuri kota lumpia, Semarang. Jangan kira saya mengenal baik kota Semarang.
Saya hanya mengenal eksotisme Lawang Sewu sebagai daya tarik kota lumpia tersebut.
Itu pun saya mengenalnya lewat reality
show yang mengekspose perihal alam gaib. Berbekal peta yang saya peroleh
dari toko buku, petulangan ke Semarang nekat saya lakukan.
Perjalanan
saya mulai dengan menggunakan travel yang berangkat dari kota Malang pada pukul
20.00 WIB. Tepat pukul 06.00 WIB sopir travel menurunkan saya di depan masjid
Baiturrahman yang terletak di Simpang Lima. Setelah menggosok gigi dan mencuci
muka di toilet masjid, saya pun tertarik untuk mencicipi hidangan yang
dijajakan oleh ibu-ibu yang berjualan di depan masjid tersebut.

